Kamis, 07 November 2013

Mengenal Dosis Kafeinmu ^^

Okey, saya bukan cuma pengen nulis tentang kopi yang cettar itu, tapi pengen membedahnya lebih dalam. Ya, itu tentang kandungan kopi itu sendiri. KAFEIN…
Saya sebenernya heran deh, padahal kandungan kafein dalam kopi itu Cuma 1-2% doang dari bobot kopi, tapi efeknya itu loh, sungguh ‘mempertakut kemakmuran diri’ (ok mulai allay).
Apa yang ada di pikiran orang2 mengenai kafein dalam kopi???
- Saya sebelumnya suka kopi hitam, eh bukan, terpaksa suka pas ujian tiba, tapi saya cukup senang saat ini saya hanya mengkonsumsi kopi instan,
- Sebelumnya saya suka ngopi, tapi saya sudah menggantinya dengan teh yang tidak membahayakan
- Dulu saya minum 4-6 gelas kopi hitam tiap harinya, kini saya mampu menguranginya hingga 2 gelas saja

Nah, saya pikir itu juga yang ada dipikiran pembaca yang budiman sekalian. Kebanyakan yang suka ngopy (bukan pecinta), yang ada dipikiran mereka adalah ketakutan everything about coffee. Nah, sebernernya kenapa kafein itu ‘mempertakut’ seseorang sih?? (*saya nanya serius tolong dijawab!!). Saya bukan penyuka apalagi pecinta kopi. Saya hanya terpaksa harus mendalaminya *hihihi. Jadi apapun yang ada di tulisan saya ini, bisa saja menyesatkan anda!!.
*
*
*
Baiklah, kalau anda masih mau membaca tulisan saya. Saya hanya ingin menyampaikan beberapa isi yang ada di buku “The Miracle of Caffeine” karangan Bennett & Bonnie.
Kata beliau (pengarang buku), Ada mitos-mitos yang berkembang di masyarakat tentang kopi. Pertama, kafein buruk bagi jantung. Kedua, kafein menimbulkan kecemasan dan perasaan negative. Ketiga, kafein menyebabkan dehidrasi. Dari kegita mitos itu, mana yang sobat percayai?? Ketiganya atau tidak sama sekali?? (oke, jawab sendiri aja ya).

Nah, saya mau ngejelasin dulu nih apa sih kafein itu. Secara ilmiah kafein merupakan alkaloid yang tergolong dalam keluarga methylxanthine bersama-sama senyawa teofilin dan teobromin, berlaku sebagai perangsang sistem saraf pusat.  Kafein banyak terkandung di bahan penyegar. Kenapa penyegar?? Karena kafein mampu memberikan stimulasi pada jantung untuk bekerja lebih optimal dalam memompa darah. Tentu anda semua sudah tau. Kafein, selain terkandung dalam kopi juga ada di teh, coklat, cola, guarana. Kafein yang disintesis secara kimia banyak ditemukan diminuman bersoda juga di minuman berenergi lainnya. Ohya, karna bahas tentang dosis, saya jabarkan dulu ya masing2 kadar kafein. Nah, untuk memudahkan pembaca, saya membuat ilustrasi menu istimewa dengan masing-masing dosis kafein yang terkandung di beberapa bahan penyegar:

Saya hanya menjabarkan beberapa minuman yang sering kita konsumsi. Ohya, kadar kafein kopi di atas adalah kopi Arabika. Perlu diketahui bahwa kopi yang umumnya kita konsumsi adalah kopi Robusta yang memiliki kadar kafein 2X LiPAT dibanding jenis arabika. Nah buat kamu yang belum bisa ngebedain apa itu robusta dan arabika, saya kasih penjelasan dikit ya (*sok pinter). Arabika memiliki rasa yang istimewa (special), aroma yang lebih kuat, rasa asam, juga harganya lebih mahal tentu. Robusta punya rasa yang dominan pahit, kurang dalam hal rasa, dan kopi ini tergolong dalam kopi murahan (hehehe).  Ah ya, catet ni, arabika emang punya rasa asam. Tapi inget asam dari kopi ini bukanlah biang keladi yang bahaya buat lambung. Karena asam2nya merupakan asam-asam organik yang bagus buat tubuh.

Okeh, balik ke topik awal, kadar kafein yang masih diterima tubuh umumnya berkisar 200-300mg tiap harinya (*nilai ini juga bergantung kemampuan penerimaan tubuh masing2 orang loh ya). Namun, perlu diingat, seberapa pun kafein yang kita konsumsi dan konsumsinya setiap hari, tentu akan menimbulkan efek candu (ketergantungan). Tapi tenang saja, selama kita mengkonsumsi dalam batas wajar, kafein justru memberikan efek positif buat kita. Menurut buku ini, manfaat kafein diantaranya, menahan kantuk, melejitkan kreatifitas, membangun emosi positif, meningkatkan konsentrasi, menekan nafsu makan, dan banyak lagi efek kesehatannya.  

Yayaya,,, ini yang penting ni, berapa besar dosis yang proposional buat tubuh kita. Next… 

Simak baik-baik sesuaikan dengan berat badan anda!!!. Dosis proporsional kafein:
Berat Badan (Kg)
Dosis
miligram Kafein
Setara dengan kopi saring
45
100 mg
120 ml
54
120 mg
150 ml
67,5
150 mg
180 ml
79
175 mg
210 ml
90
200 mg
240 ml
112,5
250 mg
300 ml
135
300 mg
360 ml

Bisa saja anda setiap hari minum lebih dari dosis proporsional dan tidak menunjukan dampak buruk. Ya, hal itu karna toleransi masing2 orang pada kafein berbeda-beda. Manfaat kafein dapat diperoleh pada dosis ringan-sedang (seperti tabel tsb). Namun jika anda ingin manfaat lebih, anda dapat meningkatkan dosis kafein kalau dirasa dosis itu masih nyaman bagi tubuh (*asal jangan berlebihan). Dalam buku ini disebutkan, menurut peneliti, bagi orang2 yang berlebihan mengkonsumsi kafein, mereka bisa mengidap “Cafeinism”.  Gejala ini merupakan kombinasi ketergantungan fisik dan psikis yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Jadi HATI-HATI sodaraaa!!. Oh ya, Sindrom ini katanya jarang terjadi, tapi jika itu terjadi pada diri anda, Tentu kurangi bahkan hentikan konsumsi kafein anda secara bertahap dan konsultasikan pada dokter/professional.

Bagi orang yang udah candu banget, bisa minum kopi hitam sampai 4-6 gelas sehari (bisa dibayangin kan itu setara dengan +/- 600-1000mg kafein). Apalagi yang diminum robusta, beuh gak kebayang kan, kafeinnya 2x lipat. Sebaliknya, Bagi orang yang sangat sensitif pada kafein, mereka akan merasakan manfaat kopi dalam dosis kecil sekalipun. Bagi kamu yang masuk golongan ini, jangan coba2 minum kopi sampe 10 gelas ya… (yaaakaleee haha). Dosis yang terlalu banyak bisa membuat anda gemetar, insomnia, cemas, juga merangsang pengeluaran asam lambung berlebih.

Anggap saja kafein sebagai obat. Jika obat kita gunakan setiap hari, tubuh akan beradaptasi dengan obat itu. Lalu apa yang terjadi??, kita akan memerlukan dosis yang lebih besar untuk mendapatkan manfaat yang sama. Itulah penyebab kecanduan. Jika efek candu itu sudah terasa, tentu jika dihentikan secara tiba2, anda akan mengalami gejala putus pemakaian. Apa aja tho gejalanya, ini dia>>>> sakit kepala, lemas, nyeri otot, mual, emosi buruk, sulit konsentrasi, bahkan depresi <ihh seremm>. Jadi, kalau sodara sekalian ingin “mempertakut” alias menghentikan konsumsi kafein sodara sekalian. Lakukanlah pengurangan dosis secara bertahap. Misal, biasanya minum kopi 3 gelas, kurangi jadi segelas aja sehari. Kalo pengen “mempertakut” lagi ganti aja kopi dengan teh atau coklat yang lebih nikmat :D

Allright, semakin tinggi dosis kafein yang anda konsumsi akan menimbulkan efek putus pemakaian yang makin buruk. Jadi sodara2, kopi memang memiliki manfaat yang cettarrr membahana, namun kita juga perlu memperhatikan juga seberapa banyak dosis yang mampu kita terima agar bisa mengambil manfaatnya semaksimal mungkin. Atur waktu dan pola anda untuk menikmati kopi juga yaa. *Okesip sekian, semoga bermanfaat.
Let’s coffee our day ^oo^*

Source: Tulisan probadi di kompasiana
~>http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2013/11/07/kenali-dosis-kafeinmu-1-606034.html

Kamis, 17 Oktober 2013

Ritual Syukur

Hari ini, tepatnya sekrang pukul 14.55WIB. Eh, aku paling suka duduk disini, sendiri, di teras lantai 3 gedung AGB. Melepas penat, menghela nafas sejenak. Entah mengapa akhir-akhir ini merasa pikiran kurang tenang, sedih, bersalah pada orang tua. Khususnya ummiy 

Ya, memang sesekali kuluangkan waktuku untuk menulis, ikut kompetisi. Berharap keberuntungan memihak padaku. Rutinnya, aku meluangkan waktu untuk mengajar bimble privat. Yah, lumayanlah buat tambahan bayar uang kos. 

Sesekali aku merenung. Oh Allah, aku merasa kekurangan. Puh, mengeluh lagi. Tapi tidak hanya diam sampai di keluhan saja. Sungguh, Allah menguji hambaNya sesuai dengan kemampuannya. Tentu masih banyak orang-orang di luar sana yang jauh lebih sulit. Aku, tentu masih sangat beruntung dengan segala yang sudah ku capai, kuperoleh saat ini. Sesuai namaku, FAIZAH :)

Alhamdulillah, nikmat Allah datang bertubi-tubi. Tak perlu banyak di dzohirnya. Tapi selalu cukup. Sudah +/- 1,5 tahun aku mengajar bimble privat ini, selama ini grade-ku masih B. Alhamdulillah mulai bulan ini sudah merangkak naik ke grade A. Ah Allah memang selalu mengajakku bermain dan belajar. Bermain dengan menguji kesabaran dari diri, dan belajar memahami makna usaha, doa, tawakkal, dan bersabar.

#Aku suka tempat ini, meski siang hari suasananya tak begitu panas. Formasi gedung berbentuk segitiga dengan taman di tengahnya membuat bagian ini menjadi nyaman dan rindang. Tempat nongkrong yang paling nyaman, senyap meski dekat dengan departemenku yang riuh dengan praktikum dan penelitian. Ah ya, bagian yang paling kusuka adalah ini, ujung pohon yang memberikan variasi warna yang cantik, Bunga kamboja merah muda yang elok menghiasai taman ini. Membayangkan keelokannya berubah menjadi bunga di jepang, Sakura. Aku suka, yah aku suka memejamkan mata disini, membayangkan ambisi masa depan itu, Jepang. Semogaa Ya Allah. Amiiin…

Kupejamkan mata sekali lagi sambil menghirup aroma kampus yang dulunya amat kudambakan, lalu ku tahan nafas sejenak, kuingat kembali kerja kerasku selama di pesantren dan di meja ujian beasiswa Kementrian Agama,  lalu  kunikmati lamat-lamat keajaiban besar ini. Hmmm.. Subhanallah indahnyaa... Menikmati hidangan syukur saat berada di sekitar kampus. Aku amat suka menghirup nikmat seperti itu, Ritual syukur kumenyebutnya. Bahkan sebelumnya sering kulakukan dimana pun, saat sedang butuh letupan semangat. Aroma kenikmatan yang ku hirup itu memang harumnya bervariasi. Harum makanan saat ku menjalani ritual itu di sekitar kantin kampus, atau bahkan harum aroma kelas yang sudah apek dan pengap setelah kuliah 2 jam di siang hari. Ah.. tentu bukan harum-harum itu yang nikmati, bahkan aku tak peduli aroma apa yang sebenarnya ku hirup. Aku hanya merasakan aroma syukur yang nikmatnya melebihi nikmat-nikmat yang selama ini kudapat.

Oh Ummiy, 2 bulan lagi faiz janji gak akan merepotkan ummiy lagi. Faiz  Janji !!!. Semoga ummiy selalu sehat dan diberi keberkahan rizki.
Jebreeet, Rizki memang gak akan kemana. Informasi yang belum ada kejelasan tentang perpanjangan beasiswaku di semester 9 itu akhirnya terjawab. Faiz sudah janji 2 bulan lagi tak akan meminta-minta ke ummiy. Tentu Allah yang punya rencana yang luarbiasa indah. 9juta tanggungan uang semester sudah fix ditanggung Kemenag, ditambah uang living cost hingga bulan desember. MasyaAllah indahnya rencanaMu.. Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah…

Faiz kangen Abiy, gimana kabar abiy??? Semoga selalu baik dan tenang di alam sana ya biy. Faiz merasa ngecewain abiy. Ah pasti bangga sekali pas faiz diterima disini ya biy, meski abiy tak akan pernah datang memeluk faiz. Ah abiy, faiz kangeeen…  jangan khawatirkan faiz ya abiy, ini bagian dari proses penempaan. Anakmu ini selalu berdo’a buat abiy. Doakan biy, semoga faiz menjadi putrimu yang sholihah, biar do’a faiz selalu sampai untuk abiy. Semoga bertemu nanti di syurga Allah. Amiiin… Amiiin…  Amiiin…   

Sabtu, 05 Oktober 2013

KOPI TABRAK



Ditemani panasnya siang hari di bogor lalu pas tepat pukul 15.00 WIB aku mulai bersiap-siap. Tapi tiba-tiba hujan lebat melanda sekitar pukul 15.30 WIB. Well, kita berangkat, Gunanya buat nyari mangsa buat ngicip kopi hasil penelitian kita yang cettar badai menggelora *beuuuuuh -_-.
Setelah naik angkot Kampus dalam menuju terminal bus Trans-pakuan lalu terkena serangan macet yang mengular merayap di daerah jalan baru. Akhirnya perjuangan basah kuyup dengan hantaman hujan berakhir setelah di daerah Jln. Bangbarung Bogor. Perjalanku kali ini menuju kafe ranin coffee (semacam warkop modern lah) bareng sama temen senasib, sepenanggungan, juga sepenelitian. Sebut saja namanya Lis* (oke sensor, takut gak diizinin haha).

Okedeh gak usah basa-basi mari langsung pada Main topic. Perjuangan selama 7 bulan penelitian kopi ini nampaknya meninggalkan secercah harapan yang semakin blur. 3 hari lalu kami sudah menjenguk tempat ini, sebenernya sih cuma cari info bisa bantu roasting dan cupping kopi kita atau tidak, hanya itu!!. Tapi apa yang terjadi sodara, hal-hal diluar dugaan terjadi. Kita disuguhi 2 cangkir kopi, beuh meski gak ngerti banyak tentang kopi, untung aja bisa ngebedain kopi Arabica dan robusta. Brrr… maklumlah kami bukan coffee maniac, jadi disuruh minum kopi gratis berasa dicekokin jamu. Phew banget kan!!

Sore tadi kita datang lagi tapi ditemenin dosen pembimbing yang selama ini membimbing kami dari zaman jahiliyah menuju jalan yang terang benderang, seterang warna kopi habis di- dark roasting (*ups). Setelah itu saya sebagai mahasiswa yang masih ingusan hanya mendengarkan para leluhur yang sudah best of the best tentang masalah kopi. Kami duduk ber-6 diantaranya aku, lis*, bu dosen, pemilik ranin coffee, barista/panelis ahli bersertifikat internasional, satu lagi pengusaha kopi luwak dari Bengkulu. Sungguh pembicaraan tadi sangat berbobot hingga meninggalkan beban mendalam dalam relung hatiku (pheeew). Beliau-beliau mulai berdakwah banyak tentang kopi yang sungguh maha istimewa, maha cettarr banget. Kita duduk dengan posisi melingkar seperti halnya kegiatan Liqo’ di kampus (huehee kebayang kan??!). Saya merasa seperti mahasiswa baru yang sangat beruntung bertemu orang-orang ahli kopi hebat.

Tibalah saat-saat yang mendebarkan, saat isi tabung Tupperware dikeluarkan. Isinya adalah kopi yang kemaren kita teliti. Lantas ibu dosen memberikannya pada bapak barista internasional dan bertanya bagaimana dari aroma dan fisiknya. Bapak panelis ahli tersebut sontak mengendus kopi yang dibungkus plastik klip. WOW, apa reaksi beliau sodara???

“Hmmm, baunya lebih dominan pada asam asetat”, kata beliau. Aku pun berkicau dalam hati, “asetat?? Busuk maksudnya??”. Yah emang sih asem banget. Kemudian beliau melanjutkan terus berbicara panjang lebar tentang proses fermentasi kopi. Oh, aku jadi tau, betapa kopi mampu menghisap kondisi sekitar. Misal nih, kalo kamu lagi berkeringat alias badanmu lagi bau banget terus deket-deket sama biji kopi, yang bakal terjadi adalah biji kopi itu berubah jadi bau badanmu (hueeh` haha simpulin sendiri yah, intinya gitu dah). Lalu pelan-pelan bapak pengusaha kopi luwak mengupas bagian kulit tanduk kopi kami. “Lihat nih warnanya, bedakan dengan kopi luwak asli”, woow beliau bawa kopi yang bener-bener masih bentuk feses luwak lalu dikupas kulit tanduknya dan hasilnya MULUS dan baunya tidak semenyengat kopi kami. “Warnanya sudah gelap, biasanya kami gak mau ngicip kopi yang kondisinya cacat seperti itu”, sambung bapak panelis ahli. Beliau-beliau terus berbicara panjang lebar tinggi hingga memenuhi suatu ruangan volume Tupperware didepanku. Aku mulai kehilangan konsentrasi. Lalu kuseruput kopi panas yang disajikan gratis. Rasanya lebih enak dari yang kemaren sih meski masih kayak minum jamu.





Lalu aku tersadar dari lamunan. APA YANG SALAH??
Kemudian berbagai spekulasi bermunculan di otakku. Tuing, tuing, tuing… :p ***
Berharap menemukan pemecahan masalahnya, atau paling tidak aku jadi tau alasan kenapa kopi yang kami hasilkan masih kurang sesuai dengan harapan. Setidaknya buat pembahasan di skripsi. Okeh aku cuma mikir skripsi dulu dah yang penting lulusss, hasilnya gimanapun. 7 bulan penelitian yang mempertaruhkan jiwa dan raga cukup membuatku under-pressure be ge te!!.

Lalu aku berpikir fermentasinya pake kulit kopi yang memungkinkan proses pembusukan lebih cepat. Itulah kenapa aroma asetat yang lebih dominan keluar. Lalu mikir lagi, padahal sebelum pengeringan warna biji kopi masih putih mulus. Pengeringan yang kami gunakan harusnya pakai sinar matahari saja sampai kadar airnya 10-14%. Hedeeehhh malah kita ngeringin di blower yang panasnya mencapai 50oC selama hampir 3 hari. Itu yang merusak struktur biji kopi.

Intinya aku jadi banyak tau tentang kopi. Bersyukur banget deh bisa nongkrong di warkop keren ini. Beliau-beliau punya cita-cita besar buat ngembangin KOPI ASLI Indonesia yang di luar negeri termasuk barang yang istimewa (specialty) n juga mahal.

Pesan terakhir yang kuinget kayak gini nih:
Banyak orang berpikir (aku juga termasuk sih), bahwa kopi yang kita kenal adalah kopi instant yang gampang ngebuatnya atau bahkan tinggal minum. Praktis dan berkhasiat deh. Padahal!!, kita gak tau tuh proses fermentasinya, pengeringannya, penyangraiannya, penggilingannya bener ato kagak. Mereka (para produsen kopi), nge-roasting kopinya sampai menghilangkan citarasa kopi sebenarnya. Proses pengolahannya dijamin gak banget deh. Cara nutupin kecacatan kopi-kopi yang selama ini kita dewa-dewain itu ya dengan menambahkan creamer, gula, perasa, flavor. Tuh perhatiin deh pas kamu minum kopi instant apa yang terjadi pas kamu buang air kecil??. Berasa pengen minum air kencing kita gak??? *Eh maksudku ngerasa air kencing kita bau kopi kan yak? Nah itu gak bakalan terjadi kalo kita minum kopi yang bener. Bau kopi pada kencing itu tandanya zat-zat (dalam hal ini flavor) yang ditambahin di kopi-kopi instant gak bisa terurai sama tubuh kita yang akhirnya kebuang deh. Hehehe…

Ya, ya, ya… Jangan sampai kita tertipu dengan hantaman iklan yang mempromosikan kopi abal-abal. Harusnya kita mulai belajar lagi menikmati kopi asli Indonesia yang udah terkenal seantero galaksi bima sakti ini hehe. Gitu deh cerita hari ini…

Terimakasih sudah mampir ^^

Source : Tulisan pribadi di kompasiana
~>http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2013/10/05/filosofi-kopi-596047.html

Sabtu, 28 September 2013

Bagaimana Watak Mempengaruhi Hidup Anda!!!


Mulanya hanya biasa-biasa saja memahami karakter sendiri dan orang lain di sekitar kita. Aku mulai mengenal macam-macam watak baru saja , sejak masuk fakultasku di IPB. Melankolis, Sanguinis, Pleghmatis, dan Koleris. HANYA macam-macam watak saja, tidak mendetail apa maksudnya. Saat itu watak dominanku adalah melankolis -/+ 50%. Kau bisa bayangkan itu. Saat itu aku tak begitu paham apa maksudnya pembagian watak macam itu. Yang kutahu saat itu pembagian watak itu tak begitu berarti penting. Pelan2 aku mulai melupakannya.

2 tahun kemudian aku menyadari betapa hidupku penuh dengan penyesalan, penuh dengan tekanan batin, sering melihat kondisi pada hal yang negatif. Tapi satu hal positif yang mampu kulakukan adalah aku masih mampu merencanakan cita-citaku dengan baik. Meski mulai melupakan tentang pembagian watak-watak, aku selalu mencoba mengukur tingkat kepribadianku setiap tahunnya. Dan wow, hasil yang signifikan adalah segi watak melankolis dalam diriku mulai berkurang setiap tahunnya. Dengan peningkatan signifikan juga pada kepribadian kolerisku. Hal ini mungkin karena aku mulai mengembangkan diriku di organisasi. Dan ya, kuakui memang, aku mulai cepat mengambil keputusan. Lebih banyak bekerja dan berorientasi target. Saat ini aku tahu bahwa, melankolis adalah pribadi yang introvert, selalu berpikir detail, good planer, mudah tersinggung, perasa, dsb.

DUA minggu yang lalu aku memutuskan untuk membeli 3 buku tentang pengembangan diri. Buku yang pertama yang baca adalah tentang bagaimana memepengaruhi orang lain karya Dale Carnegie. Buku ini sangat bagus tapi aku belum berminat membacanya dengan detail, karna isinya sulit masuk dalam diriku. Lalu 3 hari kemudian aku baca buku kuning dengan judul “Personality Plus” Karya Florence Littauer. WOW, Buku ini sungguh menginspirasi. Aku membacanya dengan pelan, mengulangi pada bab yang amat penting di kepribadianku. Buku ini mengulas semua hal yang dapat anda ketahui tentang pribadi seorang melankolis, sanguinis, koleris, dan pleghmatis dengan detail dan contoh2 yang amat memahamkan. Saya pikir anda harus membacanya!!.

Sebelum ku membaca setiap lembar dari buku ini aku selalu merasa depresi pada sisi kepribadianku yang negatif. Sisi yang membuat aku lebih sering murung dan bersedih. Sisi pessimistic dalam diriku yang memandang mengapa orang lain bisa seceria itu, mengapa seseorang mampu mengawali bergaul dengan baik. “Oh my God, aku buruk sekali”. Lalu aku berpikir apa hakikatnya aku diciptakan???, aku berpikir aku tak bisa maju, aku berpikir aku seringkali tersinggung dan tertekan dengan masalah2 yang amat sepele. Ya Allah, AKU CEMBURU pada mereka.

Guncangan itu ahirnya kupahami, betapa melankolis SUSAH melihat sisi positif dalam dirinya yang amat LUAR BIASA. Berpikir detail, perencana yang baik, serius dan tekun, suka berkorban, idealis!!. Sisi positif itu yang tak mau diumbar. Namun aku merasa amat beruntung, kini aku meiliki dua sisi karakter dalam diriku yang sama-sama kuat. Koleris yang dinamis, tak ingin menunggu, suka bertindak meski kurang sabar. Kini, aku menyadari aku bukanlah orang temperamental yang berbeda dengan yang lain. Aku hanya berwatak melankolis koleris. Aku hanya merasa sisi melankolisku yang pesimistic bertengkar dengan sisi koleris yang optimistic. 

Ada cerita yang pernah kualami dengan seorang temanku yang berwatak pleghmatis yang damai. Saat itu aku belum membaca buku ini. Oh ya, Sungguh baru kusadari konflik ini terjadi HANYA karena kita berlainan watak!!. Singkatnya, Ketika itu, dia diserahi suatu tanggungjawab yang tak kunjung dijalankan. Woow, bagaimana aku tak geram, sisi kolerisku mulai geram. Kuambil alih tanggung jawab tanpa mengatakan sepatah kata pun padanya. Setelah itu, kutulis status2 tegas di fb, twitter guna mengingatkannya. Huft, dia tak pernah menggubris. Oke, aku tak pernah lagi memperdulikannya. Sekali pun!!.

Lihatlah!!, Betapa seorang pleghmatis yang damai tidak suka didesak desak. Namun kalau mereka dibiarkan sendiri, mereka tidak akan melakukan apapun dari yang mereka janjikan, jarang merasa bersalah atas tindakannya, damai dengan kondisinya. Mereka hanya butuh sedikit motivasi halus.

Lihatlah!!, Betapa seorang koleris yang selalu benar tapi cara-caranya yang kurang sabar, mengambil alih kepemimpinan yang dipandang kurang berjalan, lagi-lagi karena kurang sabar melihat ketidakefektifan seorang pleghmatis. Mereka butuh kesabaran mengambil keputusan.

Sekarang aku mengerti, hanya karena kita tak memahami watak-watak, persaudaraan menjadi korban. Dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana mengarahkan, bagaimana mengontrol watak kita pada sisi positif, bagaimana memahami seseorang disekitar kita yang berlainan watak dengan kita.

Ohya, sebelum mengahiri tulisan ini, saya sedikit menyinggung tentang sanguinis. Mereka yang berbicara terlalu banyak tanpa memeperdulikan orang2 sekitarnya. Berbeda dengan melankolis yang selalu ingin hidup teratur. Sanguinis jarang memperhatikan keteraturan. Positifnya adalah, mereka selalu bisa membuat orang2 sekitarnya bergembira dengan humor2 yang menggigit. Mereka suka menebar pesona sibisa dia, dimanapun ada kesempatan. Mereka hanya butuh meringkas kata2nya, menahan tidak menyela pembicaraan orang lain, dan berhenti membesar-besarkan.

Akuilah kelemahan anda...
*Sanguinis yang populer mampu tampil memesona, namun mereka terlalu banyak bicara
*Melankolis yang sempurna terorganisir, namun mereka mudah tertekan
*Koleris yang kuat dinamis, tapi mereka tidak sabaran
*Phlegmatis yang damai mudah bergaul, tapi mereka cenderung tidak berpendirian